Review All of Us Are Dead, Cerita Zombie yang Banyak Menyindir Masalah Sosial

 Review All of Us Are Dead

Aku sudah tahu seperti apa kesedihan orang yang selamat. Namun, aku tak tahu seberapa berat kesedihannya pada saat itu. Aku takkan meminta apapun lagi pada orang dewasa.

Anak sekolah selalu dipandang sebagai anak kecil, tidak berdaya bahkan omongannya pun tidak didengar. Padahal, saat itu SMA Hyosan sedang dalam keadaan genting dimana fenomena zombie menelan banyak siswa SMA. Saat para siswa SMA menelepon 119 untuk meminta bantuan, justru dianggap sebagai guyonan belaka, sungguh miris.

Ketika keadaan sudah sangat memburuk, para orang dewasa itu baru bertindak namun tetap tuli, seolah apa yang diucapkan anak-anak SMA tidak berarti apa-apa. Inilah kisah Lee Cheong San dan teman-temannya, berjuang untuk kabur dari para zombie yang lapar tanpa bantuan dari orang dewasa, khususnya pemerintah.

WARNING! Artikel mengandung spoiler.

  • Tayangan: Netflix (link nonton All of Us Are Dead)
  • Genre Film: Action, Thriller, Horror, Sci-Fi
  • Tanggal Rilis: 28 Januari 2022
  • Jumlah Episode: 12
  • Durasi Per Episode: 1 jam
  • Pemain: Park Ji-Hu (Nam On Jo), Yoon Chan-Young (Lee Cheng San), Cho Yi-Hyun (Choi Nam Ra), Lomon (Lee Su Hyeok), Lee Yoo-Mi (Lee Na Yeon), Yoo In-Soo (Yoon Gwi Nam)

Sinopsis All of Us Are Dead 2022

Sinopsis All of Us Are Dead

Hari itu hujan sangat deras. Genangan air di atas gedung memantulkan gambar tanda salib dengan warna merah yang amat terang, padahal hari itu sudah gelap, suram, dan terasa.... menakutkan.

"Tanganmu." Dia, si perisak ala preman menarik pergelangan tangan seorang siswa yang menggigil ketakutan seperti tikus yang akan ditelan bulat-bulat oleh kucing lapar.

"Kau menyayatnya?" 
"Karena ingin bunuh diri?"
"Ku dengar kau menulis namaku di pesan terakhirmu bahwa kau ingin mati karena ku."

Si perisak berteriak dengan keras, mukanya amat kesal tanpa peduli mereka basah-basahan karena kehujanan. Korbannya hanya menunduk ketakutan dan hanya bisa bilang kata... "maafkan aku."

Si perisak itu semakin kesal, padahal 'temannya' sudah minta maaf. Perisak itu mejenggut rambutnya, kemudian melepasnya dan beralih ke anak buahnya. Tanpa perlu disuruh, sang anak buah paham maksud dari ketua geng itu dan langsung menamparnya, memukulnya, menendangnya, menindih tangannya dengan keras.

Dihajar habis-habisan tanpa ampun, bahkan anak buah yang bernama Gwi Nam itu sampai melemparnya dari atap gedung. Yang dirisak pun jatuh dari atap gedung, tergeletak tubuhnya di atas jalanan sempit dengan tanah basah karena hujan. Dasar perisak pengecut, mereka hanya lari dan tidak mau bertanggung jawab.

Keesokan harinya, di sekolah...

Para siswa selesai dengan pelajarannya di lab sains, hanya satu anak perempuan yang tetap tinggal untuk tidur. Ia ditinggalkan oleh teman-teman sekelasnya yang ingin kembali melanjutkan mata pelajaran selanjutnya.

Saat tengah asyik tertidur, siswi itu terbangun dan merasa penasaran dengan suara ribut-ribut dari ruangan tersembunyi di lab Sains. Dan... tanpa permisi, dia melengos masuk ke dalamnya melihat seekor tikus amat agresif, menabrakan diri ke kotak kaca yang membelenggunya hingga... siswi itu pun digigit.

Akibat gigitan itu, sang siswi pun disekap oleh guru sainsnya sendiri karena guru itu tahu bahwa tak lama lagi dia akan berubah menjadi zombie. Siswi yang disekap dianggap menghilang oleh guru lainnya, bahkan teman-temannya pun tak tahu dimana keberadaannya.

Setelah seharian disekap dalam ruangan tersembunyi di lab sains, siswi itu muncul dan masuk ke dalam kelas dengan keadaan mengenaskan. Matanya merah seperti darah, hidungnya mimisan hebat, suhu badannya sangat dingin dan sikapnya pun agresif ingin menggigit setiap orang di dekatnya.

On Jo dan Su Hyeok selaku teman sekelasnya, langsung membopong temannya itu ke UKS yang akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Tapi... mereka tidak tahu bahwa temannya itu sudah menyebarkan virus ke guru UKS. Kini, sang guru sudah menjadi zombie, dia mengejar siswa-siswa di sekolah yang sedang ramai.

Tanpa menunggu lama, hanya kurang dari 15 menit, sekolah itu sudah dipenuhi oleh zombie yang haus darah dan selalu lapar ingin memakan daging manusia. On Jo yang sudah kembali dari UKS, sekarang dia berada di kantin bersama Cheong San. 

Mereka yang di dalam kantin tidak menyadari adanya keributan zombie di luar kantin, sampai pada akhirnya zombie-zombie itu masuk ke dalam kantin. On Jo panik, Cheong San pun menariknya dan membawa On Jo pergi dari kantin. Mereka kabur dan melindungi diri di dalam kelas bersama yang lain.

Tidak banyak yang tersisa dari teman-teman sekelasnya, hanya ada On Jo, Cheong San, Su Hyeok, I-Sak, Nam Ra, Na Yeon, Gyeong Su, Hyo Rung, Ji Min, Dae Su, Joon Yong, Wu Jin, terakhir adalah Min Ji. 

Hanya 13 orang yang selamat saat itu, dan semuanya merasa panik karena di luar kelas pun para zombie menggedor-gedor untuk berusaha masuk ke dalam kelas. Untung Cheong San termasuk yang cepat tanggap, dan langsung mencari handphone untuk menelepon bantuan, 119, nomor itu yang dituju. Tapi tanggapannya di luar dugaan...

Dasar anak nakal, katanya ada zombie.

Itu jawaban yang Cheong San dapatkan setelah menelepon 119. Mengecewakan. Sampai pada akhirnya, mereka pun memutuskan untuk menyelamatkan diri dengan cara mereka, karena baik polisi, pemadam kebakaran, bahkan pemerintah tidak pernah berniat menjemput mereka.

Bahkan, ketika tiap temannya satu persatu tewas pun, tidak ada satu pun orang dewasa yang menolong. Apalagi di akhir saat mereka hendak dijemput oleh helikopter, justru para militer tidak jadi membawa mereka ke tempat aman dengan alasan "ada manusia setengah zombie yang tidak bisa dideteksi." Lalu, bagaimana mereka bisa selamat?

Sindiran Keras Berbagai Masalah Sosial

drama All of Us are dead

Memang casing-nya ini adalah film zombie, tapi kalau ditilik lebih dalam sebenarnya All of Us Are Dead menyindir berbagai macam masalah sosial. Di awal episode, bahkan di menit pertamanya, dia langsung menampilkan adegan perisakan yang jahat dan kejam luar biasa.

Perisakan ini bukan terjadi saat itu saja, tapi berulang kali bahkan seterusnya! Korban perisakan sudah berusaha untuk mendapatkan keadilan, bahkan korbannya ini adalah anak dari guru sains di sekolah Hyosan itu sendiri. Tapi apa? Kepala sekolah menutup kasusnya dengan mengatakan bahwa perisakan sebuah aib. 

Oh, selain perisakan di sini juga menyorot hal lain yang membuat pihak sekolah SMA Hyosan semakin buruk. Sebelum ada serangan zombie, ada satu siswi yang terlihat amat pucat hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang tanpa pamit (membolos).

Lagi-lagi, tidak ada satu guru pun yang ngeuh kalau dia pulang. Bahkan, nggak ada yang menanyakan keberadaan siswi itu. Padahal siswi itu sangat membutuhkan bantuan karena sedang hamil 9 bulan dan mau melahirkan. Bagaimana pihak sekolah tidak sadar ada siswinya yang mau melahirkan? 

Ini menunjukkan ketidakpedulian pihak SMA Hyosan kepada murid mereka. Dan, aku juga yakin, hal seperti ini pun pasti ada di kejadian nyata.

Nah, kritikan sosial ini bukan soal sekolah saja melainkan tentang pihak pemerintah yang seolah ingin langsung menghancurkan kota Hyosan tanpa peduli apakah ada warga yang masih selamat atau tidak. Hal ini terjadi di episode 9, Cheong San dan beberapa teman lainnya sudah sampai di atap sekolah dan hampir diselamatkan oleh pihak militer.

Tapi... tidak jadi, karena komandan militer menitah untuk tidak menyelamatkan satu pun siswa dari SMA Hyosan. I feel like.. what the.. Ada orang di depan mata yang selamat namun tidak jadi diselamatkan karena mereka dikira setengah zombie. Bisa bayangkan betapa frustasinya Cheong San dan teman-temannya? Kecewa, takut, sedih, kesal, semuanya campur jadi satu.

Akhirnya, mereka berjuang sendirian untuk kabur dari sekolah dan menuju tempat karantina SENDIRIAN TANPA BANTUAN. Hah... mengesalkan. Kalau aku melihatnya, pemerintah tahu kesulitannya, tahu bahwa mereka butuh bantuan, tapi mereka seolah menutup mata dan tidak mau tahu. 

Kejadian ini menimbulkan komentar dari beberapa penonton yang mengingatkan tentang kejadian kapal Sewol yang tenggelam. Suasananya mirip dimana anak-anak butuh bantuan tapi tidak ditanggapi oleh para orang dewasa, akhirnya mereka pun tewas... Merasa de javu?

Romantisme di Tengah Alur yang Dramatis

drakor all of us are dead

Bukan drama Korea namanya kalau nggak ada unsur romantis. Sepertinya hampir semua drakor pasti memasukkan kisah romantis, meskipun genre-nya horor thriller seperti ini. Bahkan, genre politik seperti Designated Survivor: 60 Days (review) pun tetap memasukkan kisah romantis ke dalamnya.

Nah, kalau di All of Us Are Dead, unsur romantisnya sangat picisan dan manis ala remaja SMA. Kisah cinta segiempat antara On Jo, Cheong San, Nam Ra, dan Su Hyeok pun cukup disorot walaupun tipis-tipis. 

Ceritanya, On Jo menyukai Su Hyeok, tapi Su Hyeok justru menyukai Nam Ra. Sedangkan, On Jo tidak sadar bahwa sahabatnya selama 12 tahun bernama Cheong San sudah memendam rasa cinta sejak lama. Klise banget ya? Tapi nggak apa-apa, memang bukan unsur romantisnya yang ditonjolkan.

Justru aku suka dengan ada unsur romantisme ini, karena membuat penonton bisa bernafas sedikit setelah dihantam oleh adegan-adegan menegangkan dikejar zombie. Ya.. bisa dibilang romantisme ini menjadi 'jeda' ketika penonton sudah lelah dengan adegan aksi kejar-kejaran zombie.

Masih Banyak Misteri, Ada Kemungkinan Season 2?

all of us are dead

Banyak banget teka-teki yang belum terungkap dari All of Us Are Dead (AOUAD). Kalau dari seri Webtoonya, sebenarnya AOUAD udah nggak ada cerita lanjutan lagi, tapi akhir episode di drama ini dibuat sangat open ending dimana penonton malah ingin mengetahui kisah lanjutannya lagi dan lagi.

Akhir episode, kita cuma disuguhkan informasi bahwa Nam Ra masih hidup. Dia salah satu manusia setengah zombie yang mati-matian tidak memakan manusia. Tapi, yang membuat semakin penasaran adalah, Nam Ra mengatakan bahwa masih ada orang lain sepertinya. Siapa mereka?

Teka-teki lainnya adalah ketika salah satu manusia setengah zombie (sembi) yang bernama Eun Ji yang entah dibawa kemana oleh pemerintah. Karena, di akhir hanya diperlihatkan kalau Eun Ji dimasukkan ke dalam sebuah ruangan kaca untuk diteliti. Setelah itu, dia dibawa oleh pemerintah untuk penelitian lebih lanjut setelah kota Hyosan dianggap aman.

Jadi... imajinasi ku adalah, kemungkinan pemerintah meneliti Eun Ji dan ingin mengekstrak darahnya untuk membuat serum penambah kekuatan manusia. Mungkin saja kan mereka membuat serum itu untuk dijadikan senjata biologis? Nah, bagaimana dengan imajinasimu? Oh iya, sejauh ini belum ada konfirmasi soal Season 2, tapi aku berharap sih... bakal ada season 2.


Secara keseluruhan, AOUAD berhasil sebagai sebuah drakor zombie yang menegangkan. Sebenarnya banyak alasan kenapa drakor ini sangat hits. Pemain, sinematografi, serta alurnya dikemas secara apik dan rapi. Yang paling menarik juga adalah dialognya. Ada satu dialog dimana Cheong San mengatakan:

Ini seperti film Train to Busan!

Entah kenapa bagiku omongan Cheong San sangat menghibur dan lucu, membawa kisah zombie di film Train to Busan di dalam drakor zombie itu... ide cemerlang! Penasaran kapan Cheong San mengatakannya? Bagusnya kamu cari tahu sendiri dengan nonton AOUAD di Netflix ya!~

Comments

  1. Review-nya jelas banget, mbaa, tapi aku lebih suka nonton movie Korea ketimbang dramanya berserinya πŸ€—

    Udah gak sanggup duduk lama-lama di depan tivi, apalagi hp 🀭

    ReplyDelete
  2. keren reviewnya, saya belum keburu nonton karena kesibukan jadi cuma liat cuplikan sedikit-sedikit di sosmed.

    Setelah baca reviewnya jadi pengen nonton euy

    ReplyDelete
  3. lengkap banget sinopsisnya, mba, kaya lagi baca cerpen, bahasanya juga ngalir. thankyou for sharing, mba.

    ReplyDelete
  4. Reviewnya lengkap dan jelas banget. Ini drama Korea yang akhir-akhir ini lagi ramai dibicarakan ya, tapi aku belum sempet nonton karena belum bisa bagi waktunya padahal penasaran banget.

    ReplyDelete
  5. Zombinya memang lebih terasa greget di film ini. Layak untuk ditonton, walaupun belum selesai. Semoga bisa menyelesaikannya sampai tuntas.

    ReplyDelete
  6. Drakor ada film Zombie juga, keren dan lengkap reviewnya Mbak, sangat mengispirasi buat lanjut ditonton, semoga nanti ada waktu buat nonton.. walau takut-takut pingin lihat juga nih..

    ReplyDelete
  7. Hits banget sih drama ini, dibicarakan di mana-mana yaa pemainnya langsung ngetop, aku belum nonton nih masih maju mundur hihi

    ReplyDelete
  8. Baca review-nya berasa ikutan nonton adegan visualnya πŸ˜€ secara keren dan detail banget nih ulasannya. Jadi penasaran pengen nonton juga...πŸ˜€

    ReplyDelete
  9. Waah ini yang disebut RM, jadi makin ngehits. Kabarnya melempaui ratingnya squid games. Seru mb

    ReplyDelete
  10. Drakor yang lagi hits tapi belum sempat nonton baca review nya disini jadi makin penasaran tapi ngeri ngeri sedep nonton Drakor zombie 😁

    ReplyDelete
  11. Aku kira semua tokoh utamanya mati, ternyata Nam Ra masih hidup. Jadi penasaran cerita lengkapnya mbak.

    ReplyDelete
  12. Baca review.. serem juga ya.. siap nonton, jadi penasaran..

    ReplyDelete
  13. Oh tidak dan tidak pernah mengerti dengan drama-drama Korea. Membacanya membuat saya pribadi penasaran tapi baru di tahap sekedar tahu saja. Alur cerita yang rumit dan sulit sekali saya pahami. Maaf masih awam di dunia perdrakoran

    ReplyDelete
  14. Saya belum nonton film ini. Film zombie korea yg baru saya tonton Train to Busan. Dan kalo ga ada teman nonton, saya ga berani nonton.

    ReplyDelete
  15. Udah lihat spoilenya di sosmed dan webtoon juga. Tapi belum nonton, baca ini jadi penasaran setelah semalam lihat pemainnya wkwkwkw ternyata yg main di sweet revenge

    ReplyDelete
  16. seneng deh baca review drakor dari mba 😍 btw penasaran dengan tikus yg gigit pertama kali siswi Hyosan dan jd zombie, tikus percobaan kah?

    ReplyDelete
  17. MasyaAllah kadang orang dewasa, tidak mempercayai omongan anak-anak ya...tentang perasaannya, keinginannya sehingga sering memaksakan kehendak.

    Reviewnya bagus berasa keseruannya.

    ReplyDelete
  18. Bolak balik liat iklannya, jadi pingin juga nonton

    ReplyDelete
  19. Baca komen2 sebelumnya, ternyata lagi hits ya? Yaaampun, maafkan mak2 nggak tahu.

    Btw, aku jd penasaran awal mula zombie bisa ada di sekolah gmn ya? Kok gurunya bisa tahu sih kalo digigit tikus bakal jd zombi..

    ReplyDelete
  20. Penasaran sama filmnya, rada serem gitu.. cari waktu yang pas ni

    ReplyDelete
  21. saya belum pernah nonton filmnya, saya suka sebenarnya film begini tapi kalau sudah berdarah-darah seram

    ReplyDelete
  22. Relate banget sama pemerintah yang ga mau denger suara rakyat karena dianggap 'orang kecil' ya.. #ups

    ReplyDelete
  23. Eh, ini drakor yang lagi hits itu ya. masalah yang ditemukan di film ini sounds familiar ya, kak? hehe. Mantap ulasannya Kak

    ReplyDelete
  24. Dari judulnya aja sudah menarik fan membuat penasaran gimana film-nya. Pas baca sinopsisnya lumayan menarik. Cusss minya suami download film-nya. Hihi

    ReplyDelete
  25. Reviewnya komplit nih. Terima kasih sudah sedikit menjawab rasa penasaran saya yang suka ngeri nonton film per-zombie-an, tapi kepo sama film ini, Mbak. Hehe

    ReplyDelete
  26. Suka ngeri kalau nonton film horror kak. Hahaha. Tapi seru kalau nontonnya bareng"

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Urutan Member NCT 2021 dari yang Tertua hingga Termuda

Urutan Member NCT Dream Tertua Hingga Termuda, Siapa Biasmu?

Urutan Member NCT 127 Tertua Hingga Termuda, Siapa Bias Kamu?