Posts

Showing posts with the label Seolhyun AOA

Review dan Sinopsis Drakor Awaken, Memonsterkan Manusia Demi Keabadian

Image
Aku sendirian di jalanan yang kosong. Matahari sedang bersinar terang. Tapi jam yang tak mungkin salah, menunjukkan waktu tengah malam. Aku jadi penasaran, apakah ini siang atau malam? Manusia disebut sebagai makhluk ciptaan paling sempurna. Bukan karena mereka selalu berbuat baik dan pintar, tapi karena manusia memiliki akal dan perasaan yang kadang bisa membawa hal baik, nggak jarang juga melakukan hal buruk tanpa pandang bulu.  Itulah yang membuat manusia disebut sebagai makhluk sempurna. Berkat akal dan perasaan yang tidak dimiliki makhluk lain, manusia bisa berkembang lebih cepat. Hal ini juga yang membuat manusia menjadi makhluk yang selalu merasa tidak puas.  Beberapa orang mendambakan kehidupan yang abadi. Akhirnya, manusia pun mencari cara agar mereka tetap hidup dan berkuasa selama sisa hidupnya. Mereka rela menghilangkan perasaan manusiawinya dan menggas akalnya demi mencapai tujuan itu.  Mereka juga tidak segan membunuh rasa kemanusiaan seseorang dan menjadikannya seperti &

Review dan Sinopsis Film Memoir of A Murderer, Kenangan Pembunuh Berantai!

Image
"Pembunuhan bukan hal yang lazim." "Bisa jadi lazim, Eun Hee-ya..." "Karena aku adalah seorang pembunuh." Percakapan singkat antara seorang ayah dan anak perempuannya di menit-menit awal film mulai menjadi momok penting bagi penontonnya. Dari awal Memoir of A Murderer selalu menyebutkan kata 'bunuh' dan 'pembunuhan' berulang kali seolah menekankan bahwa ini adalah film yang sarat dengan aksi pengambilan nyawa seseorang tanpa ampun.  Lantas, apa maksud ucapan Kim Byeong-Soo kepada sang anak perempuannya, Kim Eun-Hee tadi? Benarkah Byeong-Soo adalah seorang pembunuh? Sinopsis Seorang perempuan muda datang ke kantor polisi. Dia masuk ke dalam kantor polisi dengan tergesa, wajah panik dan mata terbelalak. Ada seseorang yang ia cari. Saat menemukannya ia langsung berteriak dengan nada khawatir. "Ayah! Kau baik-baik saja?" Eun Hee mengelus lembut dan penuh kasih sayang pipi ayahnya. Rasa lega namun masih dengan perasaan khawatir tetap m