Posts

Showing posts with the label Movies

Review Film Korea The Accidental Detective, Bapak Rumah Tangga Mendadak Detektif

Image
Kau tahu aturan pertama pembunuhan? Saat seorang istri tewas, pembunuhnya adalah suaminya. Dae-man bukanlah sosok suami yang cekatan. Penghasilannya tidak tetap membuat sang istri, Mi-Ok, selalu merasa kesal dan marah-marah setiap hari. Dae-Man sadar, dia bukan seorang suami dan ayah baik yang bisa memberi uang setiap pekan demi biaya hidup. Namun, Dae-Man sosok teman yang setia. Dia tidak lupa akan jasa Junsu yang sudah membantunya serta keluarganya SAAT mengalami kesulitan. Banyak hal yang telah dilakukan Junsu pada Dae-Man. Namun, satu kejadian membuat sosok Junsu begitu viral dimana-mana.  Junsu dituding melakukan pembunuhan atas istri Yong-Gyu, teman Junsu dan Dae-Man. Tentu saja, atas insting 'detektif' yang Dae-Man miliki, ia tidak langsung percaya dan mengerahkan semua kemampuannya untuk memecahkan kasus tersebut. Tapi.... ada yang aneh. Mengapa Dae-Man mencari petunjuk sambil membawa bayi?  WARNING! Artikel mengandung spoiler. Tayangan:  Netflix ( link nonton The Accid

Review Film Korea Extreme Job, Tukang Ayam atau Polisi? 👮🐔

Image
Ayam tak pernah seenak ini. Apakah ini benar-benar ayam? Terimakasih telah menelepon Ayam Bumbu Marinade Iga Suwon. Setiap kali pelanggan menelepon ke nomor itu pasti sang pemilik restoran ayam mengucapkan kalimat itu. Ada hal aneh di restoran ayam ini. Soalnya, si pemilik restoran Ayam Bumbu Marinade Iga Suwon adalah seorang polisi dengan jabatan kapten grup. Anehnya lagi, restoran tadi bukan hanya Kapten Go yang mengelola, melainkan seluruh anak buahnya pun ikut andil dalam mengembangkan bisnis restoran ayam. Padahal, status pekerjaan mereka masih menjadi polisi aktif! Jadi... sebenarnya mereka ini tukang ayam atau polisi, sih ?  WARNING! Artikel mengandung spoiler. Tayangan:  Netflix ( link nonton Extreme Job ) Genre Film: Action-Comedy Tanggal Rilis: 23 Januari 2019 Durasi Film: 1jam 51menit Pemain:  Ryoo Seung-Ryong (Squad Chief Go), Lee Ha-Nee (Detective Jang), Jin Sun-Kyu (Detective Ma), Lee Dong-Hwi (Detective Young-Ho), Gong Myung (Detective Jae-Hoon), Shin Ha-Kyun (Lee Moo-Ba

Review Drakor Hellbound Netflix, Antara Dosa, Mati, dan Keserakahan Manusia

Image
Anaknya Song Sohyun. Dalam tiga hari, pada pukul 21.30,  kau pasti akan masuk ke neraka. Mati. Satu kata yang mungkin paling banyak dikhawatirkan oleh kebanyakan manusia. Namun, "neraka" bisa mennjadi salah satu kata yang paling ditakuti oleh beberapa orang di dunia yang mempercayai adanya kekuatan Tuhan, dimana Ia menjanjikan kehidupan menyakitkan di neraka bagi siapa pun yang melanggar perintah-Nya. Tapi pertanyaannya adalah, adakah manusia yang benar-benar bersih dari dosa? Rasanya, setiap manusia pasti punya kesalahan yang berujung dosa. Hanya bayi lah yang dianggap masih suci tanpa ternoda sedikit pun. Setidaknya itu yang dipercayai oleh sebagian besar masyarakat Korea Selatan saat itu. Sayangnya, beberapa orang juga ada saja yang tidak percaya Tuhan dan mengabaikan berbagai macam Agama. Hingga suatu hari, di suatu titik tertentu, kejadian supranatural mengubah pola pikir masyarakat Korea Selatan.  Sebuah agama baru muncul, mengubah Korea Selatan menjadi negara pembunuh,

Review dan Sinopsis Drakor Awaken, Memonsterkan Manusia Demi Keabadian

Image
Aku sendirian di jalanan yang kosong. Matahari sedang bersinar terang. Tapi jam yang tak mungkin salah, menunjukkan waktu tengah malam. Aku jadi penasaran, apakah ini siang atau malam? Manusia disebut sebagai makhluk ciptaan paling sempurna. Bukan karena mereka selalu berbuat baik dan pintar, tapi karena manusia memiliki akal dan perasaan yang kadang bisa membawa hal baik, nggak jarang juga melakukan hal buruk tanpa pandang bulu.  Itulah yang membuat manusia disebut sebagai makhluk sempurna. Berkat akal dan perasaan yang tidak dimiliki makhluk lain, manusia bisa berkembang lebih cepat. Hal ini juga yang membuat manusia menjadi makhluk yang selalu merasa tidak puas.  Beberapa orang mendambakan kehidupan yang abadi. Akhirnya, manusia pun mencari cara agar mereka tetap hidup dan berkuasa selama sisa hidupnya. Mereka rela menghilangkan perasaan manusiawinya dan menggas akalnya demi mencapai tujuan itu.  Mereka juga tidak segan membunuh rasa kemanusiaan seseorang dan menjadikannya seperti &

Review & Sinopsis DraKor My Name: "Aku Rela Menjadi Monster"

Image
"Sanggupkah kau menjadi monster?" "Karena keraguanku, aku kehilangan orang berharga lagi. Orang yang memahami rasa sakitku. Tempatku bergantung. Aku rela menjadi..... monster." Monster, sebuah kata untuk mendeskripsikan sesuatu yang mengerikan. Tidak perlu berwujud tinggi, besar, menyeramkan, cukup dengan sikap dan berperilaku tanpa rasa kemanusiaan pun sudah layak disebut sebagai monster. Pembunuh berdarah dingin, tak mengenal ampun, tanpa peduli bahwa nyawa manusia itu berharga, pun bisa disebut sebagai monster. Inilah kisah Yoon Jiwoo, seorang wanita yang diselimuti oleh dendam sejak kematian sang ayah. Dendamnya semakin mengerak ke akar, setelah si pembunuh membunuh orang terkasihnya. WARNING! Artikel mengandung spoiler. Sinopsis Drakor My Name "YOON JIWOO, PECANDU, BODOH, MATI KAU, DASAR PECANDU GILA, JALANG" Trakk... Diletakkannya sebuah ponsel lengkap dengan earphone di atas meja yang penuh dengan coretan kebencian dari semua teman sekelasnya. Gadis

Review dan Sinopsis Film Memoir of A Murderer, Kenangan Pembunuh Berantai!

Image
"Pembunuhan bukan hal yang lazim." "Bisa jadi lazim, Eun Hee-ya..." "Karena aku adalah seorang pembunuh." Percakapan singkat antara seorang ayah dan anak perempuannya di menit-menit awal film mulai menjadi momok penting bagi penontonnya. Dari awal Memoir of A Murderer selalu menyebutkan kata 'bunuh' dan 'pembunuhan' berulang kali seolah menekankan bahwa ini adalah film yang sarat dengan aksi pengambilan nyawa seseorang tanpa ampun.  Lantas, apa maksud ucapan Kim Byeong-Soo kepada sang anak perempuannya, Kim Eun-Hee tadi? Benarkah Byeong-Soo adalah seorang pembunuh? Sinopsis Seorang perempuan muda datang ke kantor polisi. Dia masuk ke dalam kantor polisi dengan tergesa, wajah panik dan mata terbelalak. Ada seseorang yang ia cari. Saat menemukannya ia langsung berteriak dengan nada khawatir. "Ayah! Kau baik-baik saja?" Eun Hee mengelus lembut dan penuh kasih sayang pipi ayahnya. Rasa lega namun masih dengan perasaan khawatir tetap m