Posts

Showing posts with the label Drakor

Review All of Us Are Dead, Cerita Zombie yang Banyak Menyindir Masalah Sosial

Image
  Aku sudah tahu seperti apa kesedihan orang yang selamat. Namun, aku tak tahu seberapa berat kesedihannya pada saat itu. Aku takkan meminta apapun lagi pada orang dewasa. Anak sekolah selalu dipandang sebagai anak kecil, tidak berdaya bahkan omongannya pun tidak didengar. Padahal, saat itu SMA Hyosan sedang dalam keadaan genting dimana fenomena zombie menelan banyak siswa SMA. Saat para siswa SMA menelepon 119 untuk meminta bantuan, justru dianggap sebagai guyonan belaka, sungguh miris. Ketika keadaan sudah sangat memburuk, para orang dewasa itu baru bertindak namun tetap tuli, seolah apa yang diucapkan anak-anak SMA tidak berarti apa-apa. Inilah kisah Lee Cheong San dan teman-temannya, berjuang untuk kabur dari para zombie yang lapar tanpa bantuan dari orang dewasa, khususnya pemerintah. WARNING! Artikel mengandung spoiler. Tayangan:  Netflix ( link nonton All of Us Are Dead ) Genre Film:  Action, Thriller, Horror, Sci-Fi Tanggal Rilis:  28 Januari 2022 Jumlah Episode: 12 Durasi Per

Review Drakor Hellbound Netflix, Antara Dosa, Mati, dan Keserakahan Manusia

Image
Anaknya Song Sohyun. Dalam tiga hari, pada pukul 21.30,  kau pasti akan masuk ke neraka. Mati. Satu kata yang mungkin paling banyak dikhawatirkan oleh kebanyakan manusia. Namun, "neraka" bisa mennjadi salah satu kata yang paling ditakuti oleh beberapa orang di dunia yang mempercayai adanya kekuatan Tuhan, dimana Ia menjanjikan kehidupan menyakitkan di neraka bagi siapa pun yang melanggar perintah-Nya. Tapi pertanyaannya adalah, adakah manusia yang benar-benar bersih dari dosa? Rasanya, setiap manusia pasti punya kesalahan yang berujung dosa. Hanya bayi lah yang dianggap masih suci tanpa ternoda sedikit pun. Setidaknya itu yang dipercayai oleh sebagian besar masyarakat Korea Selatan saat itu. Sayangnya, beberapa orang juga ada saja yang tidak percaya Tuhan dan mengabaikan berbagai macam Agama. Hingga suatu hari, di suatu titik tertentu, kejadian supranatural mengubah pola pikir masyarakat Korea Selatan.  Sebuah agama baru muncul, mengubah Korea Selatan menjadi negara pembunuh,

Review dan Sinopsis Drakor Awaken, Memonsterkan Manusia Demi Keabadian

Image
Aku sendirian di jalanan yang kosong. Matahari sedang bersinar terang. Tapi jam yang tak mungkin salah, menunjukkan waktu tengah malam. Aku jadi penasaran, apakah ini siang atau malam? Manusia disebut sebagai makhluk ciptaan paling sempurna. Bukan karena mereka selalu berbuat baik dan pintar, tapi karena manusia memiliki akal dan perasaan yang kadang bisa membawa hal baik, nggak jarang juga melakukan hal buruk tanpa pandang bulu.  Itulah yang membuat manusia disebut sebagai makhluk sempurna. Berkat akal dan perasaan yang tidak dimiliki makhluk lain, manusia bisa berkembang lebih cepat. Hal ini juga yang membuat manusia menjadi makhluk yang selalu merasa tidak puas.  Beberapa orang mendambakan kehidupan yang abadi. Akhirnya, manusia pun mencari cara agar mereka tetap hidup dan berkuasa selama sisa hidupnya. Mereka rela menghilangkan perasaan manusiawinya dan menggas akalnya demi mencapai tujuan itu.  Mereka juga tidak segan membunuh rasa kemanusiaan seseorang dan menjadikannya seperti &

Review & Sinopsis DraKor My Name: "Aku Rela Menjadi Monster"

Image
"Sanggupkah kau menjadi monster?" "Karena keraguanku, aku kehilangan orang berharga lagi. Orang yang memahami rasa sakitku. Tempatku bergantung. Aku rela menjadi..... monster." Monster, sebuah kata untuk mendeskripsikan sesuatu yang mengerikan. Tidak perlu berwujud tinggi, besar, menyeramkan, cukup dengan sikap dan berperilaku tanpa rasa kemanusiaan pun sudah layak disebut sebagai monster. Pembunuh berdarah dingin, tak mengenal ampun, tanpa peduli bahwa nyawa manusia itu berharga, pun bisa disebut sebagai monster. Inilah kisah Yoon Jiwoo, seorang wanita yang diselimuti oleh dendam sejak kematian sang ayah. Dendamnya semakin mengerak ke akar, setelah si pembunuh membunuh orang terkasihnya. WARNING! Artikel mengandung spoiler. Sinopsis Drakor My Name "YOON JIWOO, PECANDU, BODOH, MATI KAU, DASAR PECANDU GILA, JALANG" Trakk... Diletakkannya sebuah ponsel lengkap dengan earphone di atas meja yang penuh dengan coretan kebencian dari semua teman sekelasnya. Gadis

Sinopsis dan Review Drakor Mouse, Tikus Psikopat!

Image
"Aku ingin bertanya padamu, Tuhan." "Apakah kau juga berpikir bahwa aku berbeda?" "Mereka selalu bilang bahwa aku berbeda." "Sejak awal. Sejak aku lahir, mereka bilang aku berbeda" Kata "berbeda" selalu ditekankan dalam drama berjumlah 20 episode ini. Yang terlintas di benak ku pertama kali menontonnya mungkin berbeda karena sifat? Sikapnya? Entahlah, di menit awal masih agak samar.  Sampai pada akhirnya aku mulai mengerti setelah menghabiskan satu episode pertama, drama Korea yang dibintangi Lee Seunggi ini punya tema pembunuhan dan mengangkat kisah psikopat gila. Kegilaan psikopat di drama Mouse bikin geregetan dan bikin penonton berprasangka buruk selama beberapa episode, hingga akhirnya....... DISCLAIMER: Review di bawah ini mungkin mengandung spoiler yang kurang nyaman untuk dibaca. Sinopsis Drakor Mouse "AAAAAAAAaaaaaaaaaaa......!!!!!!" Teriakan sekumpulan anak TK menggemparkan ruangan itu. Mereka lari tunggang langgang

Karakter Cewek Drakor yang Insipiratif: Be Kind, Strong, & Love Yourself!

Image
Hobi banget kalau udah mantengin VIU, soalnya di sana banyak drama-drama dan film Korea yang aku suka. Ceritanya beragam, mulai dari genre romansa, kriminal, kehidupan, sampai cerita anak remaja yang menggelitik. Kalau aku pribadi sih lebih suka nonton yang genre kriminal dan kehidupan. Kenapa? Soalnya, drakor-drakor tersebut sangat inspiratif, terutama karakter-karakter wanita yang ada di drakornya. Salah satu tokoh wanita yang aku suka banget ada di drama "Angry Mom" yang diperankan oleh Kim Hee-Seon.  Kim Hee-Seon bisa menjadi sosok ibu yang luar biasa kuat dan menginspirasi. Di drama itu dia berperan sebagai ibu tunggal. Dia dan anaknya bukan keluarga kaya raya, malah cenderung pas-pasan. Tapi, ibunya ini sangat memperjuangkan kehidupan anaknya. Dia mau bekerja banting tulang demi membiayai putri semata wayangnya.  Namun sayangnya, sang anak kesayangan ini menjadi korban bullying yang parah banget! Bahkan, si korban sampai stres dan nggak bisa lanjutin sekolah. Nah, dari