Review & Sinopsis Mencuri Raden Saleh, Lukisan Ratusan Miliar Penuh Makna

review mencuri raden saleh
Kamu harus percaya sama diri sendiri, jangan orang lain. Ingat itu, nak!

Bener kata bapak. Gue harus percaya sama diri sendiri, bukan orang lain, termasuk bokap gue sendiri. Pengkhianatan itu ada dimana-mana, bahkan bisa aja orang tua sendiri ngekhinatin anaknya. Entah gue harus bersyukur atau dibilang apes.

Kurang lebih selama satu bulan ini, gue mendapatkan pelajaran sangat berharga. Gue ngerti apa itu pengkhianatan. Gue makin lihai menjadi seorang pencuri. Gue makin jago untuk bersiasat, menyusun rencana menjebak para pengkhianat.

Thanks to Ucup, Sarah, Fella, Gofar, dan Tuktuk. Tanpa lo semua, gue mungkin bakal meringkuk di sel penjara. Thanks to bokap atas pelajaran hidup tentang keluarga. Thanks to lukisan Raden Saleh yang penuh makna perjuangan dan pengkhianatan.

WARNING! Artikel mengandung spoiler.

  • Tayangan: Bioskop
  • Genre Film: Action Heist
  • Tanggal Rilis: Agustus 2022
  • Durasi: 2 jam 30 menit
  • Pemain: Iqbaal Ramadhan (Piko the Forger), Angga Yunanda (Ucup the Hacker), Aghniny Haque (Sarah the Brute), Rachel Amanda (Fella the Negotiator), Umay Shahab (Gofar the Handyman), Ari Irham (Tuktuk the Driver), Tyo Pakusadewo (Permadi)

Sinopsis

Sinopsis Mencuri Raden Saleh

"Untuk bisa buka kasus itu lagi, pengacara minta dua miliar."

Hari ini jadwal kunjungan gue ke lapas bapak di Bandung. Gue kepengen banget bapak bebas dari penjara. Katanya, bapak dipenjara karena dituduh merampok. Dia dijebak! Yang katanya sohib bapak, bukannya bantu, mereka malah kabur dengan uang ratusan miliar. Bangsat emang!

"Jadi, Piko enggak perlu lagi mikirin bapak. Sudah, bapak tidak apa-apa."

Enggak bisa! Gue enggak rela bokap diperlakukan layaknya seorang kriminal menjijikan. Pasrah?! Oh tidak, itu bukan gaya gue. Liat aja, gue bakal cari cara untuk dapetin duit dua miliar demi banding ke pengadilan. Semua untuk bapak.

Hari itu gue langsung balik ke Jakarta. Gue ceritain semuanya tentang duit dua miliar ke Ucup. Beruntung, Ucup selalu punya akal bulus buat cari duit. 

Dia jago IT dan negosiasi, sedangkan gue jago ngelukis apapun. Iya, apapun! Bahkan, lukisan karya seniman ternama pun bisa gue bikin replikanya semirip mungkin.

Sebelumnya, gue sama Ucup udah pernah transaksi lukisan palsu kaya gini. Tapi, Ucup mau bikin negosiasi semakin menguntungkan. 

Akhirnya, kita sepakat ketemuan sama Dini untuk bisnis pemalsuan lukisan bernilai 500 ratus juta. Kalau bayarannya segitu sih, gue bisa nabung lebih cepet untuk ngeluarin bapak dari penjara.

"Jadi, lukisan siapa yang perlu kita palsuin?" Tanya gue antusias, nada gue pun agak meninggi dengan tarikan kedua ujung bibir memperlihatkan senyum semangat. Tapi, Dini cuma senyum doang, bikin gue sama Ucup makin penasaran.

"Oh lukisan ini? Oke kita bakal..." Belum selesai ngomong, Dini motong pembicaraan.

"Bukan, kita mau kamu bikin replika lukisannya Raden Saleh." 

"Wah, yang mana?"

"Penangkapan Pangeran Diponegoro." Dini mengatakannya pelan disertai senyuman tipis.

"Udah gila. Cup, kita pulang sekarang!" Gak, ini kelewatan. Gue tahu lukisan apa itu. Terlalu beresiko tinggi! Tapi Ucup cuma diem, masih berdiri berhadapan sama Dini. Ucup sepertinya antusias dengan job kali ini. 

"Dua miliar." Dua kata itu telak bikin gue balik badan, menatap Dini dan Ucup bergantian. Tawaran menarik ini bisa bikin bapak gue lebih cepet keluar dari penjara. Dua miliar, uang yang dibutuhkan untuk buka kasus bapak lagi ke pengadilan.

"Oke deal." Akhirnya kesepakatan pun tercapai. Gue dan Ucup mulai kerja, mencari semua bahan yang diperlukan untuk mereplika lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro. Saat lukisan replika selesai, sialnya Sarah, pacar gue, dateng dan maksa ikut untuk liat transaksi lukisan palsu ini.

Oke, kita bertiga pun pergi menuju lokasi pertemuan. Transaksi kali ini agak aneh. Entah kenapa ada dua mobil mewah dateng seolah mau sergap kita. Saat mobil itu berhenti di depan kita, betapa kagetnya ternyata yang turun adalah Permadi.

Dia..mantan presiden! Ngapain dia di sini? Kok..ada Dini juga di sampingnya? Oke, gue mencoba untuk tenang. Lalu, Permadi mulai melihat-lihat lukisan replika yang gue bikin. Dia tersenyum lebar banget dengan cerutu yang diapit oleh bibirnya.

"Hm, jadi kamu yang bikin lukisan ini? Nama kamu Piko, kan?" Permadi natap mata gue tajem, tapi tatapan gue enggak kalah mengintimidasi, walau sebenarnya gue juga agak khawatir. Pertanyaan Permadi hanya gue jawab anggukan.

"Ini bisa Saya bayar dua miliar, tapi Saya punya tawaran 17 miliar untuk rencana lain." Gila! Penawaran macam apa ini? Gue, Ucup, dan Sarah pun saling pandang penuh curiga. Kemudian, Permadi melanjutkan omongannya.

"Tapi syaratnya, tukar lukisan replika ini dengan lukisan asli yang ada di kantor Saya dulu."

"Maksudnya di Istana Negara?" Gue bertanya untuk memvalidasi jawaban. Permadi hanya mengangguk sekali dengan senyuman lebar seolah bertanya 'berminat?' Tapi, semua itu langsung dibantah oleh Sarah.

"Kami bukan pencuri."

"Ya, tawaran ini lebih bagus bukan daripada dua miliar? Toh kalian tinggal menjalankan rencana yang Saya buat, terus dapat 17 miliar. Gimana?"

Namun, kami bertiga berpegang teguh pada pendirian, meski menjual barang palsu, tapi kami bukan pencuri. Akhirnya, gue dengan tegas menolak tawaran tersebut. Sayangnya, penolakan itu bikin Permadi geram  hingga ia menunjukkan sebuah video yang bikin mata gue melotot sejadi-jadinya.

Itu video bapak yang sedang ada di lapas. Permadi dengan entengnya mengancam nyawa bapak gue sehingga dengan terpaksa kita harus menjalankan rencana Permadi itu. Rasa panik, frustasi, dan ketakutan menghajar kita bertiga.

Enggak ada pilihan lain, kita pun mulai menyiapkan semua kebutuhan pencurian lukisan Raden Saleh dengan modal 500 juta yang dikasih oleh Permadi. Tapi, tiga orang menjalankan misi ini rasanya enggak mungkin. Akhirnya, kita rekrut Gofar, Tuktuk, dan Fella.

Kita berenam mulai mengeksekusi rencana. Berharap semuanya akan berjalan dengan lancar, ternyata dugaan meleset. Kita semua gagal! Polisi mengejar kami. Tuktuk tertangkap. Ucup menjadi buronan. Lukisan asli maupun palsu pun dibawa polisi.

Tamatlah kita semua. Enggak tahu harus gimana lagi, hingga akhirnya gue melihat lukisan Raden Saleh dipajang di museum. Betapa terkejutnya, ternyata lukisan yang dipajang adalah lukisan palsu buatan gue. Marah, emosi, kesal memuncak dalam diri gue. 

Permadi bangsat! Dia jadiin kita semua sebagai umpan! Dan, lukisan asli ada di rumah Permadi! Oke, saatnya balas dendam, akan gue curi lukisan itu dari Permadi. 

Tapi, saat semua rencana balas dendam itu berhasil, ternyata amarah gue justru makin memuncak saat tahu bokap enggak lebih dari seorang pengkhianat seperti Permadi.

Film Terbaik Tahun 2022, Untukku!

pemeran mencuri raden saleh

Aku enggak mengatakan Mencuri Raden Saleh punya premis yang original. Banyak kok film yang mengisahkan pencurian. Yang bikin aku salut adalah, perfilman Indonesia jarang sekali menampilkan ide cerita kompleks seperti ini.

Aku kagum dengan keberanian Angga Dwimas Sasongko yang mengolah dan mengeksekusi cerita pencurian dengan sangat baik, nyaris tidak ada celah. Kalau boleh aku gambarkan, Mencuri Raden Saleh punya vibes yang mirip dengan film Now You See Me dan National Treasure.

Bahkan, scoring-nya pun benar-benar mengingatkanku dengan film National Treasure. Uniknya lagi, alur Mencuri Raden Saleh ini menurutku agak maju-mundur. Contohnya, saat Ucup menjelaskan rencana pencurian maka penonton akan langsung melihat bagaimana eksekusi dari rencana tersebut saat itu juga.

Dan semua rencana di-breaking down satu persatu sesuai alur ceritanya sehingga enggak bikin penonton bingung. Dengan mudah, kamu bisa langsung menebak setting waktu yang ditampilkan secara berurutan. Sangat unik, karena aku pribadi jarang menonton film Indonesia dengan alur yang terkesan acak namun runut seperti ini.

Lalu, soal sinematografinya bisa dibilang sangat bagus. Kamera bergerak secara dinamis mengikuti gerakan para pemerannya. Misalnya, ketika Piko sedang menunduk maka gerakan kamera pun ikut menunduk seolah kita menyaksikan langsung adegannya. 

Baca Juga: Review dan Sinopsis Pengabdi Setan 2

Yang lebih penting lagi adalah soal lighting. Jika sebelumnya Pengabdi Setan 2 membawa lighting yang sangat gelap, berbeda dengan film ini. Justru di sini menggunakan lighting yang lebih realistis. Jadi, ketika sedang berada di tempat gelap atau saat malam tiba, penonton masih bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi pada saat itu. 

Aku juga sangat appreciate dengan adegan aksinya, terutama adegan bertarung. Aku ambil contoh saat Sarah adu jotos dengan polisi, koreografinya sangat keren dan natural. Tahap demi tahap; tonjokan, pukulan, serta tendangan, di-plot dengan sangat baik dan membuat aku berdecak kagum. 

Tentu saja bukan hanya Sarah yang melakukannya dengan baik, semua pemeran di sini memiliki kekuatan tersendiri. Setiap karakter para pemerannya dibuat dengan pondasi yang kuat sehingga penonton bisa menyelami perasaan dan emosi setiap karakternya dengan baik. Good job!

Lukisan Penuh Makna

pemeran mencuri raden saleh

Bukan tanpa alasan kenapa harus lukisan Raden Saleh - Penangkapan Pangeran Diponegoro yang dipilih. Aku baru tahu, ternyata banyak arti di dalam lukisan ini. Bahkan, lukisan ini bisa memberikan makna kehidupan yang luar biasa.

Yang pertama, dalam satu lukisan ini ternyata menggambarkan sebuah kewibawaan seorang pemimpin meskipun ia ditangkap oleh penjajah. Di sana, wajah sang pemimpin terlihat mendongak seolah menunjukkan keberanian, tidak kenal takut terhadap penjajah.

Ini sangat relate dengan karakter Piko di film. Dia enggak takut sama sekali dengan Permadi meski ia tahu bahwa lawannya adalah orang yang berkuasa. 

Ia tak gentar untuk membalas dendam kepada Permadi. Semangatnya Piko ditampilkan dengan sangat baik oleh Iqbaal Ramadhan, seolah membawa jiwa pejuang seperti yang ada di dalam lukisan tersebut.

Yang kedua adalah soal pengkhianatan. Ada banyak orang yang tergambar dalam satu frame lukisan tersebut. Namun, di sana ada pengkhianat dari orang pribumi sendiri sehingga membuat sang pemimpin bisa digondol oleh penjajah.

Nah, ini juga digambarkan dalam film. Di sini bapak Piko sendiri yang menjadi pengkhianatnya. Bapak ini justru membawa Piko ke dalam masalah yang lebih besar dan membuat Piko sangat kecewa juga sakit hati mendalam. 

Jadi, bisa aku simpulkan bahwa Mencuri Raden Saleh ini bukan hanya sekedar tontonan aksi pencurian saja. Ada makna tersendiri yang dibawa ke dalam filmnya dan disesuaikan dengan makna yang terkandung dalam lukisan aslinya. Keren banget!

Tidak Ada Karya yang 100% Sempurna

review dan sinopsis mencuri raden saleh

Aku pribadi mempercayai bahwa tidak ada satu pun buatan manusia yang sempurna. Pasti ada saja celahnya. Begitu pun dengan film ini. Tidak adil rasanya kalau hanya menilai dari satu perspektif saja. Maka dari itu, di sini aku mau menuangkan beberapa hal yang menurutku agak berlubang.

Pertama soal karakter Ucup. Di sini Ucup digambarkan sebagai sosok sahabat sejati yang amat sangat peduli dengan Piko. Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut tentang diri Ucup yang sesungguhnya. Semua karakter diberi background yang kuat, tapi tidak untuk Ucup. Kenapa?

Aku berasumsi, film Mencuri Raden Saleh akan dibuat lanjutannya. Bahkan ada isu akan dibuat menjadi film trilogi. Nah, mungkin saja penguat latar belakang karakter Ucup akan disampaikan pada film lanjutannya. Jadi, kita tunggu saja kabar baiknya, ya!

Kedua tentang polisi. Agak geregetan melihat polisi yang kurang cekatan dalam menangani kasus pencurian lukisan Raden Saleh. Padahal, ada polisi yang sudah melihat dan bahkan adu jotos dengan Sarah. Tapi kenapa mereka masih saja kesulitan menemukan identitas komplotan pencuri?

Yang menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) hanya Ucup. Aku tidak tahu, darimana polisi ini dapat informasi tentang Ucup, padahal yang bertatap muka langsung dengan polisi adalah Piko dan Sarah. Hm... agak ganjal sih di sini. 

Tapi aku berasumsi, mungkin Ucup ketahuan duluan karena sebelumnya sudah sering melakukan transaksi barang-barang antik palsu. Jadi, karena hal itulah polisi sudah lebih dulu mencari identitas Ucup dibanding yang lainnya. Menurut kamu gimana nih?

Overall, aku sangat menyukai film ini. Meski durasinya sangat panjang, sekitar dua setengah jam, tapi aku sangat menikmati alurnya. Bahkan, semakin lama aku menontonnya, aku semakin penasaran dengan kelanjutannya. Apa mereka berhasil nyolong lukisan? Apa mereka bakal ketangkep polisi? 

Perasaan thrilling seperti itulah yang aku dapatkan saat menonton Mencuri Raden Saleh. So, aku sangat merekomendasikan film ini, karena menurutku Mencuri Raden Saleh layak mendapatkan posisi "FILM TERBAIK 2022." Bahkan, iMDB pun memberikan rating 8.6/10 lho!

Comments

  1. Mantaaabb

    Film.heist gini menarik bgt
    Jarang kan ada genre gini yhaaa di IND.
    MAUUU NONTOON JUGAAA

    ReplyDelete
  2. Aku menikmati sekali review ini, berasa nonton film Mencuri Raden Saleh sendiriii
    Waktu dibikin judul film langsung kepo lukisan yang mana ya..oh pantesan Memang lukisan itu terlihat istimewa ada nilai sejarahnya.
    Terbayang jadi ide cerita semenarik ini di tangan garapan sutradara andal dan pemain berakting jempolan. Setuju kalau disebut film terbaik 2022!

    ReplyDelete
  3. Keren,ini cara baru mengenalkan kembali mahakarya seniman Indonesia pada generasi muda.Semoga berkesempatan nonton filmnya

    ReplyDelete
  4. Masyaa Allah reviewnya keren Kak.. saya jadi kepengin untuk nonton filmnya. Udah lama ga nonton film indonesia yang bagus.

    ReplyDelete
  5. Bagus reviewnya, Mba, kita belajar tentang kewaspadaan pada siapapun.

    ReplyDelete
  6. Belum ngerti banget sih dengan bahasan film, lukisan dan lainnya. Tapi hikmah dari yang saya baca mengerti sisi sejarah nya

    ReplyDelete
  7. Insight ny bener nancep...jgn trlalu mudar tergiur dn percaya....tetep jalur lurus...., Aku jd pgen nonton filmny nih....bagussss

    ReplyDelete
  8. Jadi penasaran nih mbk, pengen nonton filmnya. Penasaran juga sama acting para pemain-pemainnya. Thx mbk spoilernya πŸ˜€

    ReplyDelete
  9. Hwaatt??
    Durasinya 2.5 jam?
    Beneran jarang banget ada film Indonesia dengan durasi sepanjang ini. Premisnya ok, hanya saja...aku sering skeptis dengan anak muda yang "Kok bisa optimis dapet uang sampe ember-ember gitu jumlahnya?"

    Tapi untuk kasus pencurian, ini bagus sih..
    Jadi inget Film Korea, The Thieves yang diperankan Jung Ji Hyun. Tapi doi bukan mencuri lukisan diink, tapi mencuri barang sejarah.

    ReplyDelete
  10. Aku penasaran juga sama film ini. Jarang ada yg model. Begini di indonesia. Karena belum nonton tadinya kukira main leadnya angga yunanda ternyata Iqbal ya

    ReplyDelete
  11. Banyak yang merekomendasikan film ini
    Memang katanya bagus, aku jadi penasaran
    Semoga wiken nanti bisa keburu nonton film ini

    ReplyDelete
  12. filmnya memang baguuss. keren, mbak bisa bikin review ala cerpen begini dan sama banget sama adegan di filmnya

    ReplyDelete
  13. Kalau bandingannya sama Now You See Me sama National Treasure bagus dong! Aku suka film itu. Alhamdulillah cineas Indonesia makin cakep mengolah cerita ke sebuah film. Kalau film Indonesia aku optimis bakal semakin baik lagi kualitasnya dan yang terpenting selalu ngasih nilai-nilai budaya tanah air..

    ReplyDelete
  14. Aku yang ga tau banyak tentang lukisan, jadi tahu lukisan ini ada, bahkan difilmkan, dihubungkan dengan kehidupan nyata dan dibandingkan dengan film lain kelas dunia. Thanks for writing

    ReplyDelete
  15. Sempat ketipu sama judul nih. Kalau nggak baca tulisannya, ini judulnya ambigu banget karena ngga ada kata "lukisan", sehingga bikin penasaran untuk baca atau pun kepo tentang filmnya

    ReplyDelete
  16. Panjang juga ya durasinya, 2,5 jam. Kalo udah lolos tayang layar lebar dengan durasi sepanjang itu, biasanya filmnya dianggap OK, menguntungkan, balik modal. Senang kalo makin banyak film Indonesia bermutu kayak gini. Jangan kalah sama fil Korea, tapi belajar supaya bisa maju juga.

    ReplyDelete
  17. Ulasannya menarik nih. Judulnya juga bikin penasaran. Mencuri Raden Saleh, endingnya gimana ya? Sekarang ini film Indonesia udah banyak yang bagus-bagus ya.

    ReplyDelete
  18. baca ini jd pengen nonton. sprtnya seru ya filmnya.

    ReplyDelete
  19. Wah aku makin semangat nontonnya karena disejajarkan dg now you see me dan national treasure. Apalagi ada Dilan eh Iqbal. Hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Urutan Member NCT 2021 dari yang Tertua hingga Termuda

Urutan Member NCT Dream Tertua Hingga Termuda, Siapa Biasmu?

Urutan Member NCT 127 Tertua Hingga Termuda, Siapa Bias Kamu?