Review & Sinopsis Cupid's Last Wish, Drama Kedua Couple EarthMix

review cupid's last wish
Yang bisa membuat hatimu merasa tenang adalah hatimu sendiri

Entah apa yang ada di kepalaku. Dia selalu saja marah-marah, mengomeliku, menghardik, bahkan sempat membenciku. Namun, aku tidak bisa menyangkalnya bahwa aku sangat mencintainya. Aku sangat peduli padanya. Aku selalu khawatir tentangnya.

Entah apa aku harus bersyukur atau meratapi nasib. Sejak kejadian kecelakaan itu, aku dan dia bisa meluruskan berbagai kesalahpahaman yang terjadi. Bahkan, aku bisa mengetahui perasaan dia yang sesungguhnya. Tapi, kenapa dia selalu mengatakan hal yang sebaliknya?

Inilah aku, Korn, seorang pria biasa yang sangat beruntung bisa dianggap sebagai keluarga Warodom. Mereka bukan keluarga sedarah, tapi sejak kecil, aku memang dirawat dan dibesarkan oleh keluarga Warodom. 

Karena itulah juga, aku bisa dekat dengan anak-anak Warodom, yaitu Win dan Lin. Win adalah kakak laki-laki dari Lin. Sifatnya.. ah sungguh galak sekali. Dia adalah orang yang aku maksud tadi. Orang yang aku sayangi.

WARNING! Artikel mengandung spoiler.

  • Tayangan: GMMTV Oficial YouTube (link nonton)
  • Genre Film: Adventure, Romance, Drama, Supernatural
  • Tanggal Rilis: Februari 2021
  • Jumlah Episode: 10
  • Durasi Per Episode: 45 menit
  • Pemain: Mix Sahaphap Wongratch (Win), Earth Pirapat Watthanasetsiri (Korn), Jan Ployshompoo Supasap (Lin), White Nawat Phumphothingam (Non), Kai Nipawan Taveepornsawan (Ibu Lin & Win)

Sinopsis

review cupid's last wish

"KAU SENGAJA MENJILAT AYAHKU UNTUK MENDAPATKAN SAHAM DARI PERTENAKAN KAMI?!" 

Win terus saja membentak tepat di depanku setelah pengacara Tuan Warodom membacakan wasiatnya.

"AKU TIDAK MENYANGKA, KAU SAMA SAJA SEPERTI DUA PARASIT ITU, KORN!" 

Dua parasit yang sangat dibenci Win adalah dua adik kandung dari Tuan Warodom.

"MULAI HARI INI KAU PERGI DARI RUMAH INI!" 

Pernyataan Win dipenuhi dengan amarah. Tidak ada satu orang pun yang berani membalas perkataannya. Semua terdiam. Termasuk aku.

Aku pergi dari rumah Warodom tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan terlebih dahulu. Kini, hubungan pertemananku dengan Win sudah hancur. Dia sudah membenciku. Tidak apa-apa, aku bisa mengerti meski itu sangat menyakitkan.

Sudah beberapa bulan aku meninggalkan kediaman Warodom. Tentu saja aku merindukan Win. Dia tidak pernah lagi menghubungiku semenjak kejadian pembagian warisan. Namun, aku masih bisa berhubungan baik dengan adik perempuannya, Lin.

"Phi.. aku butuh saranmu. Phi Win tidak mau mendengarkan saran dari semua orang. Sedangkan, peternakan Warodom diambang kebangkrutan. Bagaimana ini, phi Korn?"

Suara Lin tampak begitu gelisah dan kebingungan. Dia juga seperti sengaja memelankan suaranya, lebih cenderung berbisik. Sepertinya dia meneleponku secara sembunyi-sembunyi.

"Apa perlu phi ke rumahmu, Lin? Phi, akan coba untuk berbicara pada Win."

Hening. Lin tidak membalas ucapanku di seberang sana. Apakah teleponnya mati? Ku lihat ke arah ponsel, rasanya kami masih terhubung. Ada apa ini? Tiba-tiba..

"Jangan ganggu keluargaku. Apa lagi yang kau inginkan? Kau sekarang mau menjilat adikku juga, hah? Kau tidak tahu malu Korn!"

Deg. Ini Win. Dia akhirnya tahu selama ini aku masih berhubungan baik dengan Lin. Aku coba untuk menjelaskan pada Win, lagi-lagi dia tidak mau mendengarkan. Aku khawatir emosi Win akan membuat Lin ketakutan. Dan benar saja, belum aku mengucapkan sepatah kata pun, telepon itu terputus.

Aku coba untuk menghubungi ponsel Lin dan Win, tapi tidak ada satu pun yang meresponnya. Sungguh, aku sangat khawatir. Cuaca di luar sangat buruk. Hujan disertai badai dan petir seperti menandakan akan ada sesuatu yang buruk! Semoga kecemasanku ini tidak berarti apa-apa.

Namun, baru saja aku mencemaskan Win dan Lin, ada berita yang tidak mengenakan. Ternyata keduanya baru saja mengalami kecelakaan. Segera saja aku ke rumah sakit untuk bertemu dengan Win dan Lin. Ibu mereka sangat cemas dan ingin aku segera menemui mereka.

Aku berlari untuk mencari ruangan dan... BRUK! Aku langsung mendorong pintu ruangan inap yang ditempati oleh Lin. Saat masuk..

"INI SEMUA SALAHMU, KORN! KAU DASAR PEMBAWA SIAL! SEMUA INI TERJADI KARENAMU, KORN!"

Aku sangat terkejut. Lin menendang, mencaci maki, dan memukulku. Ini pertama kalinya aku melihat Lin begitu agresif dan pemarah seperti... Win.

WIN! ASTAGA!

Aku sadar, itu bukan Lin. Dengan berani aku memeluknya sambil berkata, "Win?" Kami saling menatap satu sama lain, sama-sama terkejutnya. Aku terkejut dengan jiwa Win yang berada di tubuh Lin. Sedangkan Win terkejut karena semua orang memanggilnya dengan sebutan "Lin."

Lin...tidak, maksudku Win langsung diam tanpa mengatakan apapun setelah melihat wujudnya sebagai Lin. Dia duduk di kasur dengan ekspresi terkejut. Lalu, dokter pun datang. Dia mengatakan bahwa tubuh Lin sudah baik-baik saja, namun harus melakukan check-up secara berkala.

Mendengar perkataan dokter, ibu Warodom pun sangat  lega. Kemudian, ibu meninggalkanku dan Win di ruangan. Kami hanya terdiam, tanpa mengatakan sepatah kata pun hingga aku yang memulainya.

earthmix

"Win, kau baik-baik saja?" 

Dia masih menatap sinis padaku. Ini benar-benar Win, bukan Lin. Lin tidak akan melakukan hal seperti ini. Kemudian, secara mengejutkan, seorang biksu datang ke ruangan. Ia sudah tahu apa yang terjadi maka ia langsung bergegas menemui Win di rumah sakit.

Biksu itu menjelaskan bahwa Win sedang kena karma karena tingkah lakunya yang begitu kasar sehingga ia harus mencari air suci di empat kuil berbeda dalam tujuh hari. Jika tidak maka jiwa Lin tidak selamat. Kemungkinan, Win juga akan terus bersemayam di tubuh Lin selamanya.

Selain itu, biksu juga memberi syarat bahwa Win harus mencari air suci itu bersamaku. Ini sulit. Aku yakin Win akan menolaknya mentah-mentah. Tapi, aku juga tidak akan membiarkan Win pergi sendirian berhari-hari. 

"Bisakah aku tidak pergi bersamanya?"

"Tidak, dia yang akan membawa keberuntungan untuk setiap hal buruk yang nanti menimpamu."

Begitu ucapan biksu pada Win. Dia mengiyakan awalnya, tapi dalam kenyataannya kami harus bertengkar hebat dulu untuk bisa pergi bersama. Bahkan, aku harus menggendong Win seperti karung beras agar dia mau menurut. Ini demi keselamatan dia juga!

Selama di perjalanan, hati Win mulai melunak. Kami sudah banyak mengobrol. Kami mulai berbagi sedikit demi sedikit rahasia yang kami pendam selama ini. Hingga akhirnya, kami menyadari perasaan satu sama lain: kami saling menyukai.

Aku mengakui perasaanku pada Win. Tapi tidak dengan Win. Dia terus menyangkalnya. Dia menganggap selama ini aku menyukai Lin, dan begitu pun dengan Lin. Hingga kesalahpahaman terjadi lagi di antara kami.

Saat kami berhasil mendapatkan air suci, Lin terbangun dan kembali ke tubuhnya, begitu pun dengan Win. Tapi.. ibu Warodom menyangka Lin benar-benar mencintaiku. Jadi, ibu Warodom memintaku untuk bertunangan dengan Lin. Tanpa disadari, ibu Warodom sudah melukai hati anaknya juga, Win.

Aku bertanya dan mendesak Win untuk mengungkapkan perasaannya, jawabannya..

"Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Kita hanya teman dekat."

Kenapa, Win? Kenapa kau selalu tidak mengatakan yang sebenarnya? Kenapa kau selalu berkata yang bertentangan dengan hatimu? Haruskah aku bertunangan? Akui perasaanmu, Win!

Premis Menarik dengan Eksekusi Alur yang Runut

alur clw

Lagi, aku sangat suka kemistri shipper EarthMix. Mereka benar-benar berhasil membuat penontonnya terpesona sebagai gay couple di dalam drama. Sebelumnya, mereka berhasil membawakan karakter Phupa dan Tian di drama A Tale of Thousand Stars.

Kali ini, mereka dipasangkan lagi sebagai gay couple di dalam drama Cupid's Last Wish. Pertanyaannya adalah, mana yang lebih bagus? Sejujurnya, untuk ide cerita, aku lebih menyukai Cupid's Last Wish karena terasa lebih unik dan menarik meski tidak terlalu otentik.

Unsur fantasinya cukup membuat penonton penasaran dengan ending ceritanya. Lagi, premis cerita di CLW (Cupid's Last Wish) ini diceritakan secara runut, rapi dan beraturan. Setiap step dari mulai pengenalan, konflik, hingga konklusinya digambarkan dengan porsi yang pas.

Namun, di bagian konklusi, aku merasakan adanya penyelesaian alur yang terkesan buru-buru. Memang sulit memadatkan cerita yang luas dalam bentuk sepuluh episode saja. Tapi, jika dibandingkan dengan ATOTS (A Tale of Thousand Stars), tentu saja CLW masih terasa kurang mulus untuk bagian ending.

Tapi, overall semuanya terasa baik-baik saja untukku. Jika disuruh memilih mana yang lebih bagus, dari segi ide cerita maka aku pilih CLW. Namun, jika dari segi penyampaian ceritanya, aku lebih memilih ATOTS. Memang selalu ada plus-minus di sebuah drama, apapun itu dramanya.

Mix Meledak-Ledak, Earth Lebih Tenang

mixxiw

Masih membandingkan antara CLW dengan ATOTS, kali ini adalah soal akting. Di ATOTS, aku sangat terpesona dengan akting Mix yang begitu terasa mendalami perannya. But, sorry to say, untuk dramanya kali ini, menurutku Mix agak sedikit over acting.

Karakternya sebagai Win terlalu meledak-ledak. Memang, Win digambarkan sebagai pria yang mudah tersulut emosi. Hanya saja, menurutku Mix membawakan sifat 'emosiannya' itu agak sedikit berlebihan. Sehingga, aku terkadang merasa ngos-ngosan ketika melihat Mix akting saat sedang marah-marah.

Urat-urat di bagian lehernya terlalu tertarik hingga menimbulkan semburat kemerahan di bagian leher serta wajahnya. Aku membayangkan bahwa Mix bisa saja lelah jika terus menerus harus berakting marah-marah berlebihan seperti itu.

Bukan berarti aktingnya jelek. Tentu akting Mix bagus, hanya saja terlalu berlebihan di beberapa adegan. Contohnya, saat Mix harus berakting mengusir Korn (Earth). Adegan itu rasanya sangat melelahkan untuk ditonton. Ada yang sependapat denganku?

earth pirapat

Jika Mix sering meledak-ledak di CLW, lain halnya dengan Earth. Kali ini ia tampil begitu memukau dengan pembawaan karakter yang kalem dan super sabar. Karakternya Earth kali ini sebagai Korn, pemuda dewasa yang memang sudah sangat dekat dengan Win (Mix).

Sepertinya aku jatuh cinta dengan karakter Korn yang terkesan sangat boyfriend-able. Adegan Korn yang begitu perhatian terhadap Win sangat menyentuh hati. Contohnya, ketika Win di dalam tubuh Lin (adik perempuannya), saat itu Lin sedang menstruasi.

Win merasa sakit perut kram seperti layaknya wanita sedang menstruasi. Lalu, mood swing pun melanda Win, yang tiba-tiba nangis, bete, dan kesal dengan Korn. Nah, saat Win sedang dalam mode 'menyebalkan' seperti itu, Korn justru tetap sabar dan malah menghibur Win. Bahkan, sampai memeluknya!

Jarang banget menemukan lelaki sabar dan penuh pengertian seperti Korn, kan? Makanya, enggak heran kalau banyak yang suka dengan karakter Korn di sini. Terlebih lagi, Earth bisa memerankan Korn dengan sangat pas. Mimik dan ekspresi wajahnya sebagai pria dewasa yang sabar itu sangat cocok!

Baca Juga: Review Drama Cutie Pie

Drama Low Budget?

drama cupid's last wish

Sejak ATOTS, aku benar-benar terganggu dengan kualitas sinematografinya. Aku pikir CLW akan menampilkan kualitas sinematografi yang lebih baik. Pasalnya, di CLW banyak memperlihatkan keindahan kota-kota dan tempat wisata yang ada di Thailand.

Sayangnya, aku tidak merasa 'sangat takjub' dengan pantai atau gunung yang diperlihatkan di CLW. Apa penyebabnya? Menurutku adalah sinematografi yang sangat pas-pasan. Padahal, drama ini sepertinya memang punya tujuan untuk mempromosikan tempat wisata yang indah di Thailand.

Tapi, dengan sinematografi yang minimalis, kesan estetik nan indah itu tidak terlalu terasa di dalam drama ini. Menurutku, sinematografi di CLW lebih mengecewakan dibandingkan dengan ATOTS. Bahkan, hal detail di dalam drama ini juga sering miss.

Contohnya, ketika memperlihatkan ruangan ICU. Di drama ini, ruangan ICU digambarkan seperti ruangan rawat inap biasa. Setahuku, ruangan ICU itu biasanya sangat steril dan ditempati oleh beberapa orang. 

Tapi di sini, ruangan ICU-nya tampak seperti kamar biasa yang ditambahkan alat infus, detak jantung dan kasur ala rumah sakit saja. Anehnya lagi, ruangan ICU di sini sangat bebas. Pengunjung tidak perlu mengenakan jubah khusus ketika masuk ke ruangan ICU. 

Padahal setahuku, ruangan ICU harus selalu steril, kan? Atau mungkin memang di Thailand ada rumah sakit yang memiliki ruangan ICU khusus seperti kamar inap? Entahlah. Jika kalian tahu soal ini, beri tahu di kolom komentar, ya.

Oh iya, selain itu, aku sangat terganggu dengan CGI yang ditampilkan di CLW. Ada adegan dimana Win pingsan di gunung. Nah, saat itu cuacanya sangat dingin karena sudah malam, dan Win hanya mengenakan kaos tipis.

clw review

Hal itu membuat Win menggigil kedinginan. Namun yang mengganggu adalah, ketika Win menggigil kedinginan, ada asap yang keluar dari mulutnya untuk menunjukkan bahwa saat itu udara sedang dingin. Asap itu sepertinya dibuat oleh CGI atau efek khusus.

Ini dia masalahnya, efek asap yang keluar dari mulut itu terasa sangat amatiran. Tidak seperti asap. Hanya keluar dua kali dan hilang begitu saja. Sepertinya, efek asap itu tidak perlu. Jujur saja, hal itu sangat mengurangi estetika dramanya. Konsentrasiku jadi buyar hanya karena efek asap yang gagal.

Dari beberapa kekurangan sinematografi tadi, aku jadi berpikir; apakah CLW termasuk drama low budget dari GMMTV? Entahlah, padahal hampir semua drama GMMTV cukup menjanjikan. Semoga sinematografinya bisa terlihat lebih apik lagi, ya.

Meski memiliki sinematografi yang minimalis, menurutku CLW adalah salah satu drama yang cukup seru untuk ditonton. Di sini, kamu bisa melihat kemampuan akting dari Earth dan Mix yang semakin hari semakin berkualitas. Bagaimana nih menurut kalian tentang drama Cupid's Last Wish ini?

Comments

  1. Ceritanya sangat menarik mbk... Review penokohannya kuat dan lengkap, makasih mbak🥰

    ReplyDelete
  2. biasnaya kalau film thailand itu banyak komedinya gak sih hehehe dan yang bikin lucu itu bahasanya. kayaknya ngomong aja mereka lucu deh. drama thailand juga bagus-bagus gak kalah dari drakor

    ReplyDelete
  3. Minimalis tapii kayaknya alurnya nyenengin yaa mba, ngga bosenin gitu maksudku kalau baca review ini. jadi penasaran hihi

    ReplyDelete
  4. Omaigat, film gay ternyata, tapi emang sih thailand banyak drama.y yg ada alur pasangan gaynya, entahlah

    ReplyDelete
  5. Lihat flyernya, aku udah nebak sih, ini apa film gay couple yah? wkwkwk eh iya. Tapi sekarang drama Thailand juga bagus2 sih ya.

    ReplyDelete
  6. wah drama fantasi lagi ya, dari premisnya, menarik sih, tentang pertukaran tubuh. keren yang bisa memerankan dua karakter berbeda, karena cerita pertukaran tubuh ini

    ReplyDelete
  7. pertama baca kirain cerita suami istri ternyata setelah di baca gay, seru reviewnya bagus. Meskipun bukan penyuka film dengan ulasan ini jadi menyaksikan keseruan filmnya.

    ReplyDelete
  8. Syukurnya meski sinematografinya termasuk minimalis, CLW didukung kemampuan akting dari Earth dan Mix yang baik. Jadi seru hasilnya meski ada bolong-bolong karena low budget.

    ReplyDelete
  9. Wah ini rekom buat yg cari tayangan anti mainstream ya

    ReplyDelete
  10. Ternyata ini couplenya sesama, hm ... Dulu saya pernah nonton film Thailand genrenya komedi. Lupa apa judulnya.

    ReplyDelete
  11. Wah, tenyata bener ya. Xixixi.. pas liat covernya udh mikir gak-gak eh ternyata emang alur ceritanya gitu.

    ReplyDelete
  12. Film Thailand tak kalah seru juga ternyata ya. Ya dari segi jalan cerita. Kalau pemain dan lainnya jujur saya gak bisa menilai. Hehehe .. gak pernah nonton juga sih

    ReplyDelete
  13. Belum pernah nonton film ataupun drama dengan genre ini. Belakangan kayaknya makin banyak produksi dengan genre ini ya. Korea juga belakangan bikin. Kalau Hollywood dan Thailand, Belanda, banyak.

    ReplyDelete
  14. Aku termasuk jarang nonton film atau drama seri lain selain Korea, itu juga sering telat tapi kalau film Thailand suka juga nonton yang genre horor...serem banget sampe ke bawa mimpi. Meskipun low budget tapi akting yang bagus bisa membantu membuat film menjadi menarik.

    ReplyDelete
  15. Hmm ini drama Thailand y
    Drama Thai emang banyak yg genre BL gini ya mbak

    ReplyDelete
  16. wah drama thailand aku ga terlalu mengikuti, drakor juga jarang hahaha duh emak2 rempong banget mau me time bentar. tapi sekrang dunia perfilman makin gencar ya. aku ikutan berfikir terkait sinematografi yang mbak jelasin nih

    ReplyDelete
  17. Waktu liat awal artikel aku kira drakor loh, ternyata drama thailand
    Wah bisa jadi wishlist tontonan nih

    ReplyDelete
  18. Lihat boneka sapi, terus baca cuplikan tentang saham peternakan.. Ya ampun kok gumash amat nih topiknya. BTW, tadi saya pikir ini drama Korea lho..tapi kok wajah pemerannya gak Korea amat.. eh ternyata Thailand yaa..

    ReplyDelete
  19. Kangen banget sama lakorn.
    Mencari review lakorn memang jarang yang menulis dan kerap bingung karena pernah beberapa kali terjebak dalam kisah BL.
    Hiiks~

    Dapat rekomendasi Cupid's Last Wish yang pemainnya bukan baru pertama kali ketemu, sungguh membuat nostalgia yaa.. Chemistrynya sudah terbentuk.

    ReplyDelete
  20. Wah sudah lama sekali tidak ngedrakor.. nonton sinetron dan film..wkwk
    Dunia emak sudah lain..
    Baca review mba jadi kebuka wawasan perfilm an sekarang..

    ReplyDelete
  21. Baca sinopsisnya, aku jd inget drakor secret garden dulu yg jiwanya ketuker juga..😄

    ReplyDelete
  22. eh drama thailand yaa. aku belom pernah liat drama thailand sih hehe

    ReplyDelete
  23. drama thailand tuh yang ga nahan bahasanya ya... terdengar aneh gitu di telinga hehehehe.... tapi kalau artisnya ga kalah mulus mulusnya sama artis drakor deh.

    ReplyDelete
  24. Suka baca review2 Mbak Listio lengkap dan jelas. Jadi serasa nonton sendiri sinematografi Thailand ini. Mbak pinter pilih drama 2 yang mau diulas. Jadi membuat pembaca jadi penasaran deh.

    ReplyDelete
  25. Waw ternyata film gay ya, Mbak. Hehe. Awalnya belum ngeh, tapi semakin baca dan liat ilustrasinya, ternyata iya. Cocok buat yang mau nonton film anti mainstream kayak gini

    ReplyDelete
  26. Jarang nonton drama selain korea. Menarik juga ya drama Thailand. Makasih mbak utk reviewnya.bisa buat referensi tontonan nih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Urutan Member NCT 2021 dari yang Tertua hingga Termuda

Urutan Member NCT Dream Tertua Hingga Termuda, Siapa Biasmu?

Urutan Member NCT 127 Tertua Hingga Termuda, Siapa Bias Kamu?