Review Film Korea The Accidental Detective, Bapak Rumah Tangga Mendadak Detektif

Review The Accidental Detective 1

Kau tahu aturan pertama pembunuhan?

Saat seorang istri tewas, pembunuhnya adalah suaminya.

Dae-man bukanlah sosok suami yang cekatan. Penghasilannya tidak tetap membuat sang istri, Mi-Ok, selalu merasa kesal dan marah-marah setiap hari. Dae-Man sadar, dia bukan seorang suami dan ayah baik yang bisa memberi uang setiap pekan demi biaya hidup.

Namun, Dae-Man sosok teman yang setia. Dia tidak lupa akan jasa Junsu yang sudah membantunya serta keluarganya SAAT mengalami kesulitan. Banyak hal yang telah dilakukan Junsu pada Dae-Man. Namun, satu kejadian membuat sosok Junsu begitu viral dimana-mana. 

Junsu dituding melakukan pembunuhan atas istri Yong-Gyu, teman Junsu dan Dae-Man. Tentu saja, atas insting 'detektif' yang Dae-Man miliki, ia tidak langsung percaya dan mengerahkan semua kemampuannya untuk memecahkan kasus tersebut. Tapi.... ada yang aneh. Mengapa Dae-Man mencari petunjuk sambil membawa bayi? 

WARNING! Artikel mengandung spoiler.

  • Tayangan: Netflix (link nonton The Accidental Detective)
  • Genre Film: Crime-Comedy
  • Tanggal Rilis: 24 September 2015
  • Durasi Film: 2 jam
  • Pemain: Kwon Sang-Woo (Dae-Man), Sung Dong-Il (Detektif No), Seo Young-Hee (Mi-Ok), Park Hae-Joon (Junsu), Lee Seung-Joon (Kim Yong-Gyu), Jo Bok-Rae (Lee Yoo-No)

Sinopsis The Accidental Detective

Sinopsis The Accidental Detective 2015

"Dari gambar itu, jelas seseorang menyeretnya dari sungai."
"Bagaimana mungkin? Ada bukti?"
"Pakaian basah dan rambut. Rumput jatuh ke arah tubuhnya."
"Wah, pak! Kau jago dalam hal profiling~"
"Lalu, siapa yang menyeretnya ke jalur pesepeda?"
"Dia adalah pelakunya. Dia......"

Oeee!!! Oeee!!!! 

Dae-Man mendesah keras saat seorang bayi menangis. Tidak, Dae-Man tidak membenci tangisan bayi itu, hanya saja timing anaknya menangis kurang tepat. Saat ini Dae-Man tengah disibukkan menggarap blog kriminalnya, mencoba untuk menguak kasus pembunuhan yang terjadi pada seorang wanita di pinggiran sungai.

Pembaca blogger Dae-Man sangat antusias untuk mengetahui kisah pembunuhan itu makanya kini ia sangat sibuk bergelut dengan laptopnya. Matanya terbuka sangat lebar saat fokus membalas chatting dari pembacanya. Namun, semua itu buyar ketika sang bayi menangis...

Pertanyaannya adalah, kemana ibu dari si bayi itu? Ada, dia sedang bekerja. Dae-Man bukanlah ayah pekerja kantoran, dia hanya membuka toko penyewaan buku yang sedang sepi, bahkan terlilit hutang belum membayar koleksi buku baru yang ia beli.

Sehari-hari, Dae-Man menjadi bapak rumah tangga sambil menjalankan toko penyewaan buku. Terkadang, Dae-Man dan istrinya menitipkan anak mereka agar keduanya bisa fokus pada pekerjaan masing-masing. Namun nyatanya, Dae-Man bukan fokus pada tokonya melainkan lebih sering main ke kantor polisi.

Dia rela menyelinap ke dalam kantor polisi demi mendapatkan petunjuk tentang pembunuhan wanita di dekat sungai, ini semua demi blog-nya. Apakah Dae-Man mendapatkan informasi? Tentu saja tidak. Dia justru diusir secara kasar dan paksa. Meski Junsu temannya ini adalah seorang polisi, Junsu tidak mau berbagi informasi karena takut dimarahi atasannya, Detektif No.

Kau tahu? Detektif No itu sangat melegenda. Kabarnya ia pernah membunuh penjahat!

Begitu yang dibilang Junsu pada Dae-Man. Tapi... Dae-Man tidak mengindahkan perkataan Junsu dan malah mengobrol asyik sampai subuh. Tentu hal ini membuat sang istri mengamuk, bahkan mengancam untuk menceraikannya. 

Di tengah keributannya dengan sang istri, Dae-Man pergi lagi untuk minum-minum bersama temannya. Saking mabuknya, Dae-Man pun bangun kesiangan di rumah temannya itu. Dia berusaha untuk menelepon dan ingin meminta maaf pada sang istri, namun.....

Yang terjadi adalah, dia mendapati sesosok mayat wanita tengkurap di atas kasur kamarnya. Punggungnya dipenuhi oleh darah seolah ia ditusuk membabi buta oleh seseorang. Dae-Man terkejut dan langsung membangunkan temannya. Ternyata, sosok mayat itu adalah istri temannya.

Kejadian ini geger di seluruh media, dan polisi langsung bergerak cepat untuk memecahkan kasus tersebut. Sialnya, semua petunjuk atas kasus itu mengarah pada Junsu sebagai pelaku utama. Akhirnya, polisi menetapkan Junsu sebagai tersangka dan harus menjalani persidangan.

Dae-Man sungguh tidak terima atas keputusan ini. Dengan nekat, Dae-Man mengajak Detektif No (atasan Junsu) untuk bekerjasama membuktikan bahwa Junsu tidak bersalah. Tentu saja Detektif No ogah, namun Dae-Man terus mengintilinya hingga akhirnya Detektif No pun luluh.

Dia sadar, Dae-Man memiliki bakat untuk menganalisis kasus dengan cekatan dan cukup akurat. Setiap 'ramalan' yang diungkapkan oleh Dae-Man, selalu saja benar. Tapi sayangnya, Dae-Man ini merepotkan!!! 

Review The Accidental Detective 1

Dengan santainya, dia membawa bayi kemana-mana sambil menjalani penyelidikan bersama Detektif No. Bahkan, saat sedang mengejar saksi pun, Dae-Man malah duduk di kursi belakang mobil sambil sibuk mengganti popok anak bayinya!!

Sedangkan Detektif No sibuk dengan setir mobilnya, mengejar dan berusaha menyelinap di antara jalanan yang padat kendaraan. Memang kocak sekali kedua bapak-bapak ini~ 

Meski penyelidikan mereka dipenuhi dengan hal absurd dan marah-marah, akhirnya mereka bisa menguak pembunuh sesungguhnya. Ternyata pemubunuhan istri temannya itu juga mengarah pada kasus pembunuhan wanita di pinggiran sungai. 

Semuanya menjadi jelas dan sangat emosional ketika si pembunuh asli menampakkan diri! Siapa dia? Atau... mereka?

Kocak, Tegang, Emosional!

Film Korea The Accidental Detective 1

Sebenarnya dari awal, film ini udah menunjukkan sebuah poster khas film komedi Korea. Jadi.. ekspektasiku adalah, sinematografi yang ada menggunakan tone yang cerah layaknya film komedi pada umumnya.

Namun, ekspektasi itu berubah setelah menontonnya secara tuntas. Ternyata, tone warna yang diberikan oleh film ini sangat campur. Maksudku.. film ini sering kali melakukan perpindahan tone, dari yang awalnya terkesan suram, namun tiba-tiba menjadi cerah dan terang.

Contohnya saat di pembukaan film, mereka menampilkan suasana yang sangat mencekam seolah misteri pembunuhan ini sangat serius dan sulit dipecahkan. Kemudian, mereka menampilkan sosok Dae-Man dengan ekspresi tegang saat membahas pembunuhan. Semua adegan itu menggunakan tone warna yang gelap, ciri khas film pembunuhan Korea.

Tapi..... ternyata suasana 'dark' yang ditampilkan nggak bertahan lama. Sekitar dua menit, semuanya langsung berubah menjadi cerah layaknya film komedi. Semakin terasa komedi, mereka juga membubuhkan scoring (backsound) yang begitu jenaka, lagi-lagi ciri khas film komedi.

Semua perpindahan tadi itu sangat smooth, nggak bikin pusing penonton. Bahkan, aku sebagai penonton, justru ikut hanyut akan permainan tone yang begitu campur seperti ini. GOOD JOB!!!

Meski bobot 'kocaknya' lebih banyak, namun di sini juga terselip scene menegangkan dan emosional. Kedua scene itu menggunakan sinematografi yang suram. Salah satunya adalah scene ketika mengetahui pembunuh aslinya yang digambarkan dengan suasana tegang sekaligus emosional. 

Semua suasana tadi terasa sempurna, bukan hanya kehadiran sinematografinya saja namun juga para pemainnya. Mereka seolah menjiwai karakternya masing-masing, matanya bermain dengan sangat apik untuk mendapatkan perasaan yang emosional. Memang bukan pemain kelas kaleng-kaleng!

Unpredictable Villain!

Film The Accidental Detective 2015

Aku suka banget nonton film Korea misteri kriminal seperti ini. Sensasi yang paling aku suka adalah saat menebak siapa pembunuhnya. Sebenarnya, dari awal menonton film ini, aku udah menebak-nebak pelaku pembunuhannya.

Biasanya, film misteri - kriminal Korea selalu 'menyembunyikan' si pelaku, tapi selalu saja menyorotkan kamera ke arah pelaku secara tipis-tipis. Biasanya, orang yang terlibat dalam penyelidikan pembunuhan tapi tidak masuk dalam tim penyelidik inti, dia adalah pembunuhnya.

Kalau udah pernah nonton drakor Voice 2, ya.. cukup mirip, karena ternyata pembunuhnya ada di dalam badan kepolisian itu sendiri. Ya, benar, si pembunuh ini adalah si polisi rekanan Detektif No. Si pembunuh ini sebenarnya hanya beberapa kali disorot oleh kamera, malah bisa dihitung jari!

Tapi, efek plotwist di akhir saat pembunuhnya terungkap, itu cukup mengejutkanku. Nggak menyangka, karena aku salah menduga pelakunya. Well.. tentu saja ini sebuah hal yang bagus, karena biasanya film kriminal - komedi Korea jarang memberi plotwist yang fantastis. 

Justru film kriminal - komedi Korea memberikan sudut pandang yang cenderung 'lurus' tanpa berkelit seperti ini. Aku suka bagaimana plotwist disampaikan dengan timing yang pas, merasakan sensasi kesal saat pembunuhnya terungkap. PUAS!!

Menyentil Soal Gender Role

The Accidental Detective

Di judul, aku sengaja menuliskan "bapak rumah tangga" karena film ini nyatanya bukan hanya soal pembunuhan, ada juga tentang gender role. Fyi, peran gender ini adalah sebuah definisi untuk menentukan peran pria dan wanita yang berakar dari kultur. (sumber: e-journal)

Misalnya, cewek itu biasanya nyuci baju, beresin rumah, nyuci piring, dsb. Sedangkan pria biasanya cari uang, kerja, dsb. Dan, ini adalah peran gender yang umum terjadi di Korea. Mereka terbiasa dengan mengklasifikasikan peran berdasarkan gender-nya. (sumber: nbcnews) Menariknya, isu ini pun diangkat di film The Accidental Detective!

Detektif No awalnya mengejek Dae-Man yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah; mencuci piring, mengepel, mengasuh anak, dll. Detektif No beranggapan bahwa semua pekerjaan itu sangat tidak keren untuk laki-laki. 

Tapi ternyata, Detektif No pun tidak jauh berbeda dengan Dae-Man. Di rumah, ia suka mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Ada persamaan dari kedua bapak-bapak ini, mereka sebenarnya bapak rumah tangga yang takut istri.

Mereka melakukan pekerjaan rumah karena terpaksa, takut diomelin sama istri. Di sisi lain, mereka juga malu mengakui telah melakukan pekerjaan itu karena pasti dicemooh oleh orang sekitarnya. 

Sehingga, saat di luar rumah, kedua bapak rumah tangga ini berpenampilan dan bersikap seolah menjadi pria keren dan tegas. Aku sadar, semua itu dilakukan hanya demi menutupi rasa malu mereka sebagai bapak rumah tangga.

Sebenarnya yang terlihat jelas merasa malu adalah Detektif No, karena di luar rumah, dia membawakan karakter detektif yang galak, tegas, dan keren. Padahal... kalau sedang di rumah, ia malah takut sama istri, tidak sekeren yang diceritakan anak buahnya.

Berbeda dengan Dae-Man, ia memang malu untuk mengakui perannya sebagai bapak rumah tangga. Tapi di sisi lain, dia juga bapak yang bertanggungjawab, rela membawa bayinya ke sana kemari sambil melakukan penyelidikan. 

Diolok berkali-kali pun dia tidak peduli karena Dae-Man memang bertanggungjawab tidak mengabaikan perannya sebagai bapak rumah tangga. Sebenarnya hal ini terasa familiar di lingkungan kita, bukan? 

Mungkin kultur di Korea memang mirip seperti Indonesia yang mana gender role masih sangat melekat di kehidupan sehari-hari. Atau mungkin.. hal ini sering terjadi di negara Asia?

Entahlah, namun film ini memang ingin mengkritik soal peran pria dan wanita, terutama soal pekerjaan rumah. Mereka juga mau menunjukkan bahwa gender apapun bisa melakukan pekerjaan rumah, and that's okay.. Jangan dicemooh atau diledek~


Salut dan puas banget nonton The Accidental Detective ini! Aku membandingkan film ini dengan Extreme Job, but i choose this movie ove Extreme Job~ Kedua film ini sebenarnya membawa inti cerita yang mirip, namun aku lebih suka sensasi menegangkan yang ada di The Accidental Detective.

Film ini masih memberikan plotwist yang mengagetkan, dan mereka 'menyembunyikan' pelaku kejahatan hingga akhir. Bahkan, di sini juga banyak sentilan soal gender role yang menambah bobot kualitas film semakin oke.

Tapi, tentu saja ada kekurangannya. Sebenarnya banyak plotwist di dalam film ini. Selain itu, banyak penjelasan berupa analogi yang mungkin untuk beberapa penonton terasa membosankan. Fyi, itu semua nggak masalah buatku, karena aku menantikan petualangan seru lainnya dari Detektif No dan Dae-Man di film keduanya~~

Comments

  1. Si Dae-Man ini kok serasa aku banget ya... seorang bapak rumah tangga sambil menjalani dunia buku, hobi meramal/menelisik kejadian.... Top deh

    ReplyDelete
  2. Sung dong Il aktor bapak2 favoritku ini mah. Jadi pengen nonton tapi gak punya Netflix #hiks

    ReplyDelete
  3. Jadi penasaran pengen nonton filmnya πŸ˜€ terlepas dari memang saya selalu suka plot twist yg disajikan dalam jalan ceritanya πŸ˜€

    ReplyDelete
  4. Seru banget baca resensinya. Jadi pengen nonton

    ReplyDelete
  5. baca review nya seru nich apa lagi kalau nonton langsung

    ReplyDelete
  6. Aku. Yang selalu sukaaa baca review film di blog iniii. Isinya no debat deh!

    ReplyDelete
  7. Jadi ingin nonton nih.. Sepertinya seru baca reviewnya aja udah seru gini

    ReplyDelete
  8. Kayaknya seru deh ini film... bisa masukin ke list daftar antrean nonton nih. Hihi

    ReplyDelete
  9. wah kudu dimasukkan list nih, apalagi film sekali habis 😍

    ReplyDelete
  10. Menarik banget ya karakter Dae-Man. Bapak rumah tangga. Sangat bertanggungjawab pada bayinya. Sibuk nge-blog bertema kriminal. Tidak hanya di permukaan, tapi juga terlibat langsung dlm peristiwa.. unik sekali

    ReplyDelete
  11. Cuss langsung menuju link nonton. Ini film beneran memperlihatkan fenomena ibusibuk vs bapaksantai πŸ˜‚ Tapi pesan moralnya keren, memang tugas lelaki untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Daebak bapak-bapak iniiiiii.

    ReplyDelete
  12. Liburan Nataru jadi indah nih, sudah banyak daftar film bagus yang akan ditonton, menyenangkan dan bermakna liburannya ya.

    ReplyDelete
  13. Kayaknya seru ya filmnya tema dark tapi ada komedinya juga, jadi detektif dadakan demi membantu teman yang jadi terdakwa pembunuhan, setia banget sama temannya ya

    ReplyDelete
  14. Sudah kebayang kalau kisah detektif korea pasti ada tegang sekaligus lucu ya. Udah lama ga punya list drakor, jadi pengen nonton.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Urutan Member NCT 2021 dari yang Tertua hingga Termuda

Urutan Member NCT Dream Tertua Hingga Termuda, Siapa Biasmu?

Urutan Member NCT 127 Tertua Hingga Termuda, Siapa Bias Kamu?